Implikasi Ketaatan Kepada Pemerintah Menurut Roma 13:1-7 Bagi Orang Percaya Masa Kini

Authors

  • Risart Pelamonia STAK SABDA HOLISTIK Author
  • Debertje Setriani Manafe STAK SABDA HOLISTIK Author

DOI:

https://doi.org/10.63218/1zhy8e32

Keywords:

Ketaatan , Pemerintah, Roma 13:1-7

Abstract

Ketaatan kepada pemerintah merupakan bagian dari tanggung jawab setiap warga negara, termasuk orang percaya. Dalam konteks masyarakat modern yang menghadapi meningkatnya kasus penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran etika pemerintahan, kajian teologis terhadap Roma 13:1–7 menjadi penting untuk memahami dasar iman bagi sikap taat tersebut. Penelitian ini bertujuan menjelaskan prinsip-prinsip Alkitabiah mengenai ketaatan kepada pemerintah serta implikasinya bagi orang percaya masa kini. Metode yang digunakan adalah tinjauan kepustakaan, dengan menelaah literatur teologi, artikel jurnal, dan sumber-sumber eksegetis terkait. Pendekatan hermeneutik diterapkan untuk menafsirkan teks Roma 13:1–7 dan menemukan makna teologisnya dalam konteks kekinian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulus menegaskan pemerintah sebagai pihak yang ditetapkan Allah untuk menegakkan ketertiban dan keadilan. Ketaatan kepada pemerintah tidak hanya diwujudkan melalui kepatuhan hukum, tetapi juga melalui sikap batin yang benar, hati nurani yang tulus, penghormatan kepada otoritas, dan kesediaan membayar pajak sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual. Pemerintah dipandang sebagai pelayan Allah yang memiliki mandat menegakkan hukum bagi kebaikan masyarakat. Kesimpulannya, ketaatan orang percaya kepada pemerintah merupakan ekspresi iman dan bagian dari ketaatan kepada Allah. Sikap ini menuntut integritas, kasih, dan kesediaan menghormati hukum, sekaligus menjadi teladan dalam kehidupan berbangsa. Pemahaman yang benar terhadap Roma 13:1–7 membantu orang percaya menjalani kehidupan kenegaraan secara bertanggung jawab dan selaras dengan kehendak Allah.

Author Biography

  • Debertje Setriani Manafe, STAK SABDA HOLISTIK

    Dosen

References

Ar-Rifa’i, Muhammad Nasib. “Ringkasan Ibnu Katsir Jilid 2: Kemudahan Dari Allah.” Jakarta: Gema Insani, 2008.

Barclay, William. Pemahaman Alkitab Setiap Hari. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2001.

Creswell, John. Riset Pendidikan: Perencanaan, Pelaksanaan, Dan Evaluasi Riset Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.

David Blac, John Stamaugh &. Dunia Sosial Kekristenan Mula-Mula. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004.

Douglas, J. D. Enslikopedi Alkitab Masa Kini, Jilid II M-Z. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2008.

Drane, John. Memahami Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2012.

End, Thomas Van den. Tafsiran Alkitab Surat Roma. Gunung Mulia, 2003.

“Greek-Hebrew Dictionary.” Penerjemah Alkitab Internasional, 2006.

Hagelberg, Dave. Tafsiran Roma Dari Bahasa Yunani: Orang Yang Benar Karena Iman Akan Hidup. Bandung: Kalam Hidup, 2004.

Hamidi, Jazim. HERMENEUTIKA HUKUM ( Sejarah, Filsafat & Metode Tafsir ) Edisi Revisi. Dini Kozemake, 2014. https://books.google.co.id/books?id=0WaKBAAAQBAJ.

Hasan Sutanto. Hermeneutik: Prnsip-Prnsip Dan Metode Menafsirkan Alkitab. Malang: Literatur SAAT, 2007.

Haubeck, B F, Drewes Wilfrid, and Heinrich von Siebenthal. “Kunci Bahasa Yunani Perjanjian Baru Surat Roma Hingga Kitab Wahyu.” Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010.

Hendi, Hendi. “Studi Roma 13: 1-7: Ketaatan Kepada Pemerintah Sebagai Wujud Kesadaran Moral.” Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan 15, no. 2 (2014): 199–218.

“Home.” Accessed May 22, 2025. https://www.onlinebible.org/.

Jaffray, R A. “Tafsiran Surat Roma.” Bandung: Kalam Hidup, 2007.

Kaiser Jr, Walter C. Toward an Exegetical Theology: Biblical Exegesis for Preaching and Teaching. Baker Books, 1998.

Kuhl, Dietrich. Sejarah Gereja Jilid I, Gereja Mula-Mula Di Dalam Lingkungan Kebudayaan Yunani-Romawi. Batu Malang: Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia, 1998.

Ludwig, Charles. “Kota-Kota Pada Zaman Perjanjian Baru.” Kalam Hidup, 1999.

Packer, J. I. Dunia Perjanjian Baru. Malang: Gandum Mas, 2004.

Paska, Paskalis Edwin Nyoman. “Haruskah Kita Takluk Kepada Pemerintah?” SAPA: Jurnal Kateketik Dan Pastoral 1, no. 2 (2016): 4–19.

Putra, Zulfikar, Darmawan Wiridin, and Slamet Hariyadi. “Telaah Kritis Penyalahgunaan Wewenang Jabatan (Abuse of Power) Dalam Perspektif UU Nomor 31 Tahun 1999 JO UU Nomor 20 Tahun 2001.” Jurnal Interpretasi Hukum 4, no. 3 (2023): 663–71.

Rambitan, Stanley R. “Haruskah Orang Kristen Takluk Dan Takut Kepada Pemerintah?” UKI Press, 2019.

Samuel Benyamin Hakh. Perjanjian Baru: Sejarah, Pengantar Dan Pokok-Pokok Teologisnya. Bandung: Bina Media Informasi, 2010.

Sanjaya, Yudhy. “Teologi Politik: Politik Praktis Orang Percaya Menurut Roma 13: 1-4 (1),” 2019.

Simanjuntak, A. “Tafsiran Alkitab Masa Kini 3 Matius-Wahyu.” Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 2003.

Sutanto, Hasan. Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Indonesia Dan Konkordansi Perjanjian Baru (PBIK) Jilid I. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2014.

———. Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Indonesia Dan Konkordansi Perjanjian Baru (PBIK) Jilid II. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2014.

Tenney, Merrill Chapin. Survei Perjanjian Baru. Malang: Gandum Mas, 2013.

Tielman, Frank. The Theology of The New Testament. Zondervan Grand Rapids Michigan, 2005.

Tuluan, Ola. Intruduksi Perjanjian Baru. kota Wisata Batu: Departemen Literatur YPPII Batu, 1999.

Wiersbe, Warren W. “Benar Di Dalam Kristus.” Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2000.

Downloads

Published

2025-09-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pelamonia, R., & Manafe, D. S. (2025). Implikasi Ketaatan Kepada Pemerintah Menurut Roma 13:1-7 Bagi Orang Percaya Masa Kini. JURNAL SABDA HOLISTIK, 1(2), 120-135. https://doi.org/10.63218/1zhy8e32