Implikasi Hukum Taurat dan Janji Bagi Generasi Produktif Indonesia: Studi Eksegetis Terhadap Galatia 3:15-29
DOI:
https://doi.org/10.63218/0gx8bx04Keywords:
Hukum Taurat, Janji, Studi Eksegetis, Galatia 3:15-29Abstract
Dalam sejarah agama Yahudi dan Kristen, taurat atau hukum taurat merupakan landasan moral dan spiritual yang sangat berperang penting dalam membentuk kehidupan beriman. Namun sangat disayangkan tidak semua orang memahami arti dari janji itu sendiri. Generasi Produktif Indonesia yang menjadi pilar utama di Era Bonus Demografi saat ini rentan ketika menghadapi tantangan dan pergumulan, dengan jumlah generasi produktif yang melimpah juga didalamnya beragama Kristen namun rentan karena tidak memiliki pondasi yang kuat secara alkitabiah, sehingga gampang untuk jatuh dan terjerumus dalam era saat ini. Metode yang penulis gunakan ialah metode kajian Pustaka dengan menggunakan menggabungkan sumber-sumber antara lain artikel, jurnal dan dokumen lainnya secara tertulis, dengan menggunakan cara hermeneutik yaitu sebuah metode yang mengekpresikan, menterjemahkan dan menafsirkan, sumber bahannya adalah teks Alkitab dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman dari teks Alkitab. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan secara alkitabiah dan komprehensif prinsip-prinsip hukum taurat atau janji berdasarkan Galatia 3:15-29 supaya Generasi Produktif Indonesia memiliki pemahaman yang benar berkenaan dengan hal itu. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: Pertama, hukum Taurat merupakan penuntun pada keselamatan. Kedua, janji tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat. Ketiga, janji diberikan bagi yang beriman atau percaya kepada Kristus. Keempat, orang yang menerima janji akan dibenarkan karena Iman.
References
by Biblesoft, I. A. rights reserved. (2006). No Titlefrom Thayer’s Greek Lexicon, PC Study Bible formatted Electronic Database. Copyright ©.
D.J. Douglas. (2002). Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid I. Jakarta: Yayasan Bina Kasih/OMF.
Fitriani, K. (2021). Hukum Taurat Dan Keselamatan; Suatu Kajian Mengenai Pandangan Paulus Tentang Hukum Taurat Dalam Surat-Surat Paulus. Jurnal Metalogia, 1(1), 1–18.
Gerhard, K. (Hrsg. ., Geoffrey William, Bromiley, (Hrsg.), & Gerhard, Friedrich, (Hrsg.). (2016). Theological Dictionary of the New Testament. electronic ed. Eerdmans.
Guanga, C. (2003). Paulus, Hukum Taurat Dan Perspektif Yang Baru: Sebuah Penelitian Dan Respons.
Hendry, M. (2019). Matthew Henry Commentary. Aplikasi AlkiPEDIA.
Iwan Setiawan dan Nadia Eko Agustia. (2023). SKUBALA: Kebanggaan Lahiriah Hanyalah Sampah (Yuliana Lu dan Yeheskiel Obehetan (ed.)). Penerbit VIEWS Jakarta.
J. D Douglas. (2002). ENSIKLOPEDIA ALKITAB MASA KINI JILID 2. 451.
J. J. W. Gunning. (2011). tafsiran Alkitab: surat galatia. Gunung Mulia.
Lexicon, T. G. (2006). PC Study Bible formatted Electronic Database. Copyright © by Biblesoft, Inc. All rights reserved.
Lexy, J. M. (2017). Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: Rosda Karya, 50336–50371.
Luther, M. (2006). comanntary. PC Study Bible Formatted Electronic Database.
M. Th, P., & Mada, D. Y. (2023). Masih Relevankah Hukum Taurat Di Masa Anugerah? Jurnal Penggerak, 5(1), 34–51. https://doi.org/10.62042/jtp.v5i1.72
Marxsen, W. (2014). Pengantar Perjanjian Baru. BPK Gunung Mulia.
Ndulla, D. K. H., Doloksaribu, H. T., Elopore, W., & Hasibuan, S. Y. (2024). Relasi Hukum Taurat dan Anugerah dalam Perjanjian Lama. ELEOS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 4(1), 57–69.
PC Study Bible formatted Electronic Database. (2006). Thayer’s Greek Lexicon. Biblesoft, Inc. All rights reserved.
Rompa, M. (2020). Supremasi Injil Berdasarkan Surat Galatia 1: 1-10. Jurnal Missio Cristo, 3(1), 16–35.
Setiawan, I., Ayli, E. N. H., Tupamahu, C. T., Saragih, E. M., & Pelamonia, R. (2022). Menyelesaikan Pekerjaan Tuhan Berdasarkan Yohanes 4: 34. Manna Rafflesia, 8(2), 423–448.
Simanjuntak, F. and M. S. (2022). Yesus Kristus dan Taurat di Era Anugerah Berdasarkan Matius 5:17-20. FJMR; Formosa Journal of Multidisciplinary Research, Vol. 1(No. 4), 975–994.
Sinambela, J. L., Sinaga, J., Tinenti, M. L., & Pelawi, S. (2022). Keimanan Abraham Berdasarkan Ibrani 11. SOPHIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 3(2), 134–149.
Situmorang, J. T. H. (2021). Sejarah Gereja Umum. PBMR ANDI.
Sosipater, P. D. K. (2010). Etika Perjanjian Baru.
Sudarmanto, G., Latumahina, D. E., Purwanto, F., Setiawan, I., & Tupamahu, C. T. (2021). The Demographic Bonus Era in Indonesia: Church¶ s Leaders Response According to Jesus¶ Leadership. The 1st Virtual Conference on Social Science in Law, Political Issue and Economic Development (VCOSPILED), 355.
Susanto, H. (2014). Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Indonesia dan Konkordansi Perjanjian Baru (PBIK) Jilid I-II. Malang: Lembaga Alkitab Indonesia.
Thia, B. (2017). Kontinuitas Hukum Taurat Dalam Surat Galatia Menurut Pemikiran Douglas J. Moo. Verbum Christi: Jurnal Teologi Reformed Injili, 4(1), 41–87. https://doi.org/10.51688/vc4.1.2017.art2
Tulluan, O. (2001). Eksposisi Surat Galatia. Batu, Malang: Departemen Literatur YPPII.
Vine, W. E. (2015). Vines expository dictionary of New Testament words. Lulu. com.
Wahyuni, S., & Sinaga, R. (2022). Hubungan Hukum Taurat Dan Injil. Kingdom, 2(2), 189–205.
Worldometer. (n.d.). No Title.






