STRATEGI KONTEKSTUALISASI INJIL MELALUI TRADISI RUWATAN LAUT DI TELUK BETUNG: ANTARA INKULTURASI BUDAYA DAN BAHAYA SINKRETISME
DOI:
https://doi.org/10.63218/3tj8wd89Keywords:
Tradisi Ruwatan Laut, Kontekstualisasi Injil, Misi Lintas Budaya, Teluk BetungAbstract
Indonesia adalah bangsa yang kaya akan tradisi dan kebudayaan lokal, salah satunya adalah tradisi Ruwatan Laut yang dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat nelayan di Teluk Betung, Lampung, sebagai ungkapan syukur dan permohonan keselamatan kepada penguasa laut. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi kontekstualisasi pemberitaan Injil melalui tradisi Ruwatan Laut secara Alkitabiah dan kritis, sehingga unsur budaya yang selaras dengan nilai-nilai Alkitab dapat dipakai sebagai jembatan penginjilan, sementara unsur yang berpotensi mengarah pada sinkretisme dapat dikenali dan dihindari. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan menelaah buku, artikel jurnal teologi, dan hasil penelitian terdahulu mengenai tradisi Ruwatan Laut serta teori-teori kontekstualisasi Injil, khususnya pemikiran Yakob Tomatala, Stephen B. Bevans, dan David J. Hesselgrave. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sejumlah unsur dalam tradisi Ruwatan Laut yang memiliki titik temu dengan nilai-nilai Alkitabiah, sehingga dapat dikontekstualisasikan secara kritis melalui model penerjemahan (translasi) dan model antropologis tanpa mengorbankan kemurnian Injil. Dengan pendekatan kontekstualisasi kritis, unsur-unsur tradisi yang selaras dengan iman Kristen dapat diafirmasi dan dipakai sebagai titik kontak (point of contact) penginjilan, sementara unsur yang bertentangan dengan Firman Tuhan perlu dimurnikan atau ditolak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tradisi Ruwatan Laut dapat menjadi jembatan misi yang efektif bagi pemberitaan Injil di Teluk Betung apabila dilakukan dengan kepekaan budaya, kesetiaan pada Alkitab, dan keberanian pelayanan lintas budaya.
References
AGTUSTAMIL, DUARI. “SPIRITUALITAS MASYARAKAT MUSLIM PESISIR (Studi Pada Tradisi Sedekah Laut Di Kecamatan Teluk Betung Selatan).” UIN Raden Intan Lampung, 2025.
Azizah, Siti Nur, Siti Nurhayati, and Ade Irma Anggraeni. Optimisme Dalam Nilai Filosofi Budaya Jawa. Penerbit NEM, 2020.
Barlian, Putra. “PERSPEKTIF KEARIFAN LOKAL DALAM KOMUNIKASI DAKWAH (Tinjauan Budaya Lokal Ruwat Laut Di Lingkungan Sukamina Kelurahan Waytataan Kecamatan Teluk Betung Timur Bandar Lampung).” UIN RADEN INTAN LAMPUNG, 2021.
Bevans, Stephen B. “Model-Model Teologi Kontekstual.” Maumere: Ledalero, 2002.
Elwood, Douglas J. Teologi Kristen Asia. BPK Gunung Mulia, 1992.
Hesselgrave, David J., and Edward Rommen. Kontekstualisasi: Makna, Metode, Dan Model. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2019.
IDN TIMES Lampung. “Hore! Ruwat Laut Bakal Jadi Wisata Budaya Resmi Bandar Lampung,” 2022. https://lampung.idntimes.com/travel/destination/hore-ruwat-laut-bakal-jadi-wisata-budaya-resmi-bandar-lampung-00-45bft-sv585z.
Idrus, Ruslan, and Abdul Wakhid Ali. “KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT LAMPUNG: STUDI ATAS TRADISI NGUMBAI LAWOK DAN KONTRIBUSINYA DALAM BIDANG PARIWISATA DI KABUPATEN PESISIR BARAT PROVINSI LAMPUNG.” Al-Adyan 14, no. 1 (2019).
Statistik Kebudayaan 2017, Kemendikbud. “Jumlah Warisan Budaya Tak Benda Di Masing-Masing Provinsi,” 2017. https://lokadata.beritagar.id/chart/preview/jumlah-warisan-budaya-tak-benda-di-masing-masing-provinsi-1519791925.
Manafe, Debertje Setriani, Tekies Morib, and Risart Pelamonia. “Kontekstualisasi Misi Terhadap Budaya Bakar Batu Suku Lani Dan Implementasinya Bagi Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Jemaat Jigunikime Puncak Jaya Papua.” Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual 1, no. 1 (2022): 97–122.
Mawikere, Marde Christian Stenly. “Menelaah Dinamika Kontekstualisasi Sebagai Upaya Pendekatan Penginjilan Yang Memberdayakan Budaya Penerima Injil.” DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 6, no. 2 (2022): 496–512.
Muhammad Candra Syahputra. “Tradisi Islam Nusantara Di Pesisir Lampung: Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Ngumbay Lawok Pada Masyarakat Krui Kabupaten Pesisir Barat Lampung.” FAWAID: JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES 2, no. 1 SE-Articles (n.d.): 178–85. https://journal.dutamediapress.com/index.php/Fawaid/article/view/77.
Parhamah, Winda Pitriani. “Ngumbai Lawok Tradition as a Form of Environmental Sustainability of Fishing Communities in Tanggamus Regency.” In 3rd Universitas Lampung International Conference on Social Sciences (ULICoSS 2022), 893–902. Atlantis Press, 2023.
Prasetya, Wahyu Romadhon Ria. “Kebudayaan Gunung Dan Laut: Analisis Perayaan Tradisional Sebagai Sarana Pelestarian Lingkungan.” SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya 9, no. 1 (2026): 77–86.
Reksosusilo, S. “Ruwatan Dalam Budaya Jawa.” Studia Philosophica et Theologica 6, no. 1 (2006): 32–53.
Rikza Fauzan, A. Nashar, and Dede Nasrudin. “Tradisi Ruwatan Laut Desa Teluk Labuan Tahun 1992-2010.” Jurnal Artefak 8, no. 1 (2021): 19–26. https://doi.org/https://doi.org/10.25157/JA.V8I1.3634.
Royhanafi, and Eko Ribawati. “Ruwat Laut Carita: Menelusuri Jejak Kearifan Lokal Dalam Ritual Syukur Nelayan.” Triwikrama: Jurnal Multidisiplin Ilmu Sosial 9, no. 12 (2025): 71–80. https://doi.org/https://doi.org/10.9963/qhs04d81.
Sabbat, Rafles P, Stimson Hutagalung, and Rolyana Ferinia. “Kontekstualisasi Marari Sabtu Sebagai Jembatan Misi Injil Terhadap Parmalim.” Media (Jurnal Filsafat Dan Teologi) 3, no. 1 (2022): 63–76.
SAFITRI, I K A. “TRADISI RUWAT LAUT DALAM PERSPEKTIF DAKWAH ISLAM (Study Masyarakat Nelayan Koperasi Unit Desa (KUD) Mina Jaya Kecamatan Teluk Betung Selatan Bandar Lampung).” UIN Raden Intan Lampung, 2020.
Saputra, Riki Dian. “Tradisi Ruwat Laut (Ngumbai Lawok) Di Kelurahan Kangkung Kecamatan Teluk Betung Selatan Kota Bandar Lampung Dalam Perspektif Hukum.” Skripsi. Jakarta: Fakultas Syariah Dan Hukum, Universitas Syarif Hidayatullah, 2011.
Solehah, Solehah. “ANALISIS TRADISI RUWAT LAUT PADA KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT DI DESA SUKANAGARA CARITA.” UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA, 2023.
Tanudjaja, Rahmiati. “Kontekstualisasi Sebagai Sebuah Strategi Dalam Menjalankan Misi: Sebuah Ulasan Literatur,” 2000.
Tomatala, Y. Penginjilan Masa Kini. Malang: Gandum Mas, 1988.
Tomatala, Yakob. “Teologi Kontekstualisasi (Suatu Pengantar).” Malang: Gandum Mas, 2018.
———. Teologi Misi. Jakarta: YT Leadership Foundation. Jakarta: YT Leadership Foundation, 2013.
Prioritas TV. “Tradisi Larung Kepala Kerbau Dan Tumpeng, Tutup Puncak Ruwatan Laut Di Teluk Semaka Tanggamus,” 2023. https://prioritastv.com/2023/08/11/tradisi-larung-kepala-kerbau-dan-tumpeng-tutup-puncak-ruwatan-laut-di-teluk-semaka-tanggamus/.
Tupamahu, Chresty Thessy, and Lilis Suryani Hutahaean. “Kontekstualisasi Misi Melalui Tradisi Pukul Sapu Di Desa Morella.” Missio Ecclesiae 5, no. 2 SE-Articles (October 31, 2016): 153–68. https://jurnal.i3batu.ac.id/me/article/view/63.
———. “Membangun Generasi Produktif: Peran Pendidikan, Teknologi, Dan Inovasi Dalam Perspektif Kristen.” Jurnal Arrabona 8, no. 1 (August 31, 2025): 44–58. https://jurnal.sttarrabona.ac.id/index.php/JUAR/article/view/141.
Zed, Mestika. “Metode Penelitian Kepustakaan.” Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2014. https://books.google.co.id/books?id=zG9sDAAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false.






